Menjadi Pria Sejati (Bag. 1)
Nats : I Kor 16:13
” Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
” Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!
Pendahuluan:
Saudara, baru-baru ini tanggal 19-21 Juli 2011 saya mengikuti acara namanya Men’s Camp atau bahasa kerennya PRIA SEJATI CAMP di daerah puncak, tepatnya di areal Gn.Geulis Bogor Jawa Barat. Pada mulanya saya tidak begitu tertarik, tapi setelah datang melihat dan mendengar begitu banyak kesaksian dan Firman Allah yang merupakan inti pelajaran dari Pria Sejati saya merasa begitu diberkati, dan yang lebih penting lagi adalah saya merasakan pemulihan secara total atas dosa-dosa saya, serta ikatan-ikatan dosa yang masih membelengu kehidupan saya dan keluarga. Tadinya saya berpikir setelah begitu lama saya telah melayani Tuhan, saya sudah terlepas dari semuanya, tapi ternyata secara tidak sadar masih ada begitu banyak dosa, yang harus di bereskan, baik itu kita harus “Diampuni” atau “Mengampuni” terutama masalah keluarga, Istri dan Anak-anak. Pendek cerita, melalui seminar rohani ini, saya merasa makin di bersihkan dan dipulihkan dari sisa-sisa dosa yang masih menempel.
Untuk itu saudara, saya rindu saudara-saudara juga dipulihkan sama seperti saya, bukan maksud saya lagi mempromosikan acara Pria Sejati, tapi inti dari pelajaran Firman yang saya dapat, mengubah dan menguatkan saya, dan saya juga yakin melalui kuasa FirmanNya yang ingin saya bagikan kepada saudara yang merupakan materi dari Acara Pria Sejati ini adalah merupakan berkat yang juga dapat memulihkan kehidupan saudara. Amin.
Saudara, baru-baru ini tanggal 19-21 Juli 2011 saya mengikuti acara namanya Men’s Camp atau bahasa kerennya PRIA SEJATI CAMP di daerah puncak, tepatnya di areal Gn.Geulis Bogor Jawa Barat. Pada mulanya saya tidak begitu tertarik, tapi setelah datang melihat dan mendengar begitu banyak kesaksian dan Firman Allah yang merupakan inti pelajaran dari Pria Sejati saya merasa begitu diberkati, dan yang lebih penting lagi adalah saya merasakan pemulihan secara total atas dosa-dosa saya, serta ikatan-ikatan dosa yang masih membelengu kehidupan saya dan keluarga. Tadinya saya berpikir setelah begitu lama saya telah melayani Tuhan, saya sudah terlepas dari semuanya, tapi ternyata secara tidak sadar masih ada begitu banyak dosa, yang harus di bereskan, baik itu kita harus “Diampuni” atau “Mengampuni” terutama masalah keluarga, Istri dan Anak-anak. Pendek cerita, melalui seminar rohani ini, saya merasa makin di bersihkan dan dipulihkan dari sisa-sisa dosa yang masih menempel.
Untuk itu saudara, saya rindu saudara-saudara juga dipulihkan sama seperti saya, bukan maksud saya lagi mempromosikan acara Pria Sejati, tapi inti dari pelajaran Firman yang saya dapat, mengubah dan menguatkan saya, dan saya juga yakin melalui kuasa FirmanNya yang ingin saya bagikan kepada saudara yang merupakan materi dari Acara Pria Sejati ini adalah merupakan berkat yang juga dapat memulihkan kehidupan saudara. Amin.
Permasalahan/Isi:
Saudara, tahukah Anda siapa yang menyebabkan dosa pertama lahir didunia ini?
Kita sama-sama, tahu di dalam kitab Kejadian, pada masa Adam dan Hawa, mereka memakan buah terlarang dan akhirnya hubungan manusia dan Allah terputus, sampai akhirnya pada jaman Perjanjian Baru, Yesus datang dan memulihkan hubungan Allah dan manusia.
Hal ini terjadi akibat ulah Manusia pertama. Siapa? Coba kita cek, pada waktu itu di taman Eden ada 4 oknum: Allah, Adam, Hawa dan Ular.. benar? Dan yang makan buah pengetahuan tentang baik dan jahat adalah Hawa, dan kemudian diberikan juga kepada Adam, semua atas tipu muslihat dan godaan si Ular (Iblis).
Saudara, tahukah Anda siapa yang menyebabkan dosa pertama lahir didunia ini?
Kita sama-sama, tahu di dalam kitab Kejadian, pada masa Adam dan Hawa, mereka memakan buah terlarang dan akhirnya hubungan manusia dan Allah terputus, sampai akhirnya pada jaman Perjanjian Baru, Yesus datang dan memulihkan hubungan Allah dan manusia.
Hal ini terjadi akibat ulah Manusia pertama. Siapa? Coba kita cek, pada waktu itu di taman Eden ada 4 oknum: Allah, Adam, Hawa dan Ular.. benar? Dan yang makan buah pengetahuan tentang baik dan jahat adalah Hawa, dan kemudian diberikan juga kepada Adam, semua atas tipu muslihat dan godaan si Ular (Iblis).
Mari kita lihat kronologisnya:
– Waktu Hawa makan buah terlarang, Adam ada dimana, lihat Kej. 3:6 ternyata Adam ada bersama-sama dengan Hawa.
– Tetapi, jauh sebelum Hawa makan buah tersebut dalam Kej. 2:16-17, Adam telah lebih dahulu menerima Firman Allah mengenai larangan memakan buah tersebut. Jadi Adamlah yang lebih dahulu berdosa, tahu kebenaran tapi tidak mencegah Hawa makan, tapi sebaliknya hanya diam saja.
Dari sini kita dapat ambil kesimpulan, bahwa Prialah yang harus bertanggung jawab atas dosa pertama, untuk itu Pria harus bertanggung jawab untuk memulihkan dosa-dosa di dunia karena akibat dosa pertama inilah sehingga semua orang menjadi berdosa. Sampai saat ini kecenderungan berbuat dosa terus terjadi dalam kehidupan manusia.
– Waktu Hawa makan buah terlarang, Adam ada dimana, lihat Kej. 3:6 ternyata Adam ada bersama-sama dengan Hawa.
– Tetapi, jauh sebelum Hawa makan buah tersebut dalam Kej. 2:16-17, Adam telah lebih dahulu menerima Firman Allah mengenai larangan memakan buah tersebut. Jadi Adamlah yang lebih dahulu berdosa, tahu kebenaran tapi tidak mencegah Hawa makan, tapi sebaliknya hanya diam saja.
Dari sini kita dapat ambil kesimpulan, bahwa Prialah yang harus bertanggung jawab atas dosa pertama, untuk itu Pria harus bertanggung jawab untuk memulihkan dosa-dosa di dunia karena akibat dosa pertama inilah sehingga semua orang menjadi berdosa. Sampai saat ini kecenderungan berbuat dosa terus terjadi dalam kehidupan manusia.
Kalo kita simak pada zaman Musa, pada waktu bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan menuju ke tanah perjanjian Kanaan, yang merupakan tanah yang subur dan berlimpah susu dan madu, mereka melewati padang gurun selama 40 tahun lamanya karena ulah dan tingkah laku bangsa Israel yang cenderung berbuat dosa.
Dari cerita ini, Rasul Paulus didalam I Kor 10:1-11, mengingatkan kepada jemaat di Korintus dan juga kepada kita, saudara dan saya untuk menjadikan peringatan kepada kita untuk tidak berbuat seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel pada waktu itu.
Dari cerita ini, Rasul Paulus didalam I Kor 10:1-11, mengingatkan kepada jemaat di Korintus dan juga kepada kita, saudara dan saya untuk menjadikan peringatan kepada kita untuk tidak berbuat seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel pada waktu itu.
Inilah dosa-dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel yang disinggung oleh Rasul Paulus:
1. Menginginkan berbuat jahat (ayat.6, Yak 3:16)
2. Menyembah berhala (ayat.7)
3. Mencobai Tuhan (ayat.9)
4. Bersungut-sungut (ayat.10)
5. Percabulan (ayat.8)
1. Menginginkan berbuat jahat (ayat.6, Yak 3:16)
2. Menyembah berhala (ayat.7)
3. Mencobai Tuhan (ayat.9)
4. Bersungut-sungut (ayat.10)
5. Percabulan (ayat.8)
Agar supaya kita terlepas dari dosa-dosa ini kita harus melakukan pengakuan dosa (confession), karena sebagian besar para Pria mempunyai keterikatan akan dosa-dosa ini, terutama “Percabulan” dan masih banyak pria yang terikat pada penyembahan berhala; yang saat ini telah berubah menjadi berhala modern seperti: lebih mencintai bisnis, pekerjaan, hobby bahkan Pelayanan untuk para Hamba Tuhan, yang akhirnya memisahkan mereka dari Keluarga, Istri dan Anak-anak. Sehingga apapun yang terjadi yang paling prioritas adalah “berhala-berhala mereka” padahal Tuhan ingin kita menjadi pria-pria yang terlebih dahulu memenangkan keluarga kita, karena itu adalah tanggung jawab kita sebagai kepala/Imam (I Kor 11:3, 8-9) dalam rumah tangga kita yang tugas utamanya adalah:
1. Berdoa (I Tim 2:8),
2. Mendengar (Kel 4:24-25) dan
3. Melayani.
2. Mendengar (Kel 4:24-25) dan
3. Melayani.
Kunci agar kita terlepas dari keterikatan dosa-dosa adalah:
1. Pria harus di ampuni
o Melalui pengakuan dosa (Kata bijak: KETERBUKAAN ADALAH AWAL PEMULIHAN)
o Dengan melakukan ini kita menolong orang lain juga terlepas dari ikatan dosa yang berhubungan dengan kita.
o Dan secara langsung melepaskan orang lain dari penghakiman. Masuk dosa yang sama (Mat 7:1-2)
o Terlepas dari Kepahitan (Ibrani 12:15)
1. Pria harus di ampuni
o Melalui pengakuan dosa (Kata bijak: KETERBUKAAN ADALAH AWAL PEMULIHAN)
o Dengan melakukan ini kita menolong orang lain juga terlepas dari ikatan dosa yang berhubungan dengan kita.
o Dan secara langsung melepaskan orang lain dari penghakiman. Masuk dosa yang sama (Mat 7:1-2)
o Terlepas dari Kepahitan (Ibrani 12:15)
2. Pria harus mengampuni
o KASIH = Tidak menyimpan kesalahan orang lain.
o KEPAHITAN = Tidak mengingat dosa-dosa orang lain.
o KASIH = Tidak menyimpan kesalahan orang lain.
o KEPAHITAN = Tidak mengingat dosa-dosa orang lain.
Kesimpulan:
Kata bijak: MENJADI PRIA ADALAH MASALAH KELAHIRAN TETAPI MENJADI PRIA SEJATI ADALAH MASALAH PILIHAN.
Kata bijak: MENJADI PRIA ADALAH MASALAH KELAHIRAN TETAPI MENJADI PRIA SEJATI ADALAH MASALAH PILIHAN.
Ada dua jenis PRIA (Lukas 6:46-49):
1. Pria Kuat adalah Pria yang membangun rumahnya diatas Batu karang (Yesus Kristus)
– Kekuatan di tentukan pada saat dia menghadapi tantangan.
1. Pria Kuat adalah Pria yang membangun rumahnya diatas Batu karang (Yesus Kristus)
– Kekuatan di tentukan pada saat dia menghadapi tantangan.
2. Pria Lemah adalah Pria yang membangun rumahnya diatas Pasir (Kekuatan sendiri, hikmat dunia dan hal-hal yang bertentangan denga Firman)
– Problem, Stress bahkan cenderung lari dari masalah atau cari jalan pintas.
– Problem, Stress bahkan cenderung lari dari masalah atau cari jalan pintas.
Hal-hal yang harus di praktekkan para Pria:
1. Mengasihi (Yoh 13:14)
– Mengasihi merupakan kehendak bukan pemaksaan
2. Mengaku dosa (1 Yoh 1:9, Yak 5:16a)
– Masih adakah kita terikat dengan dosa-dosa, dari ke 5 dosa bangsa Israel yang mana masih terikat?
3. Bertobat (Kis 17:30)
– Dari gelap berpindah secara utuh kepada Terang.
– Berubah dalam Roh dan Perbuatan
– Jangan jadi serupa dengan dunia ini (Roma 12:2)
– Pertobatan bukan menyesali (lewat tangisan) tapi bertobat adalah sungguh-sunguh menyesal dan mengaku dan berjanji tidak akan kembali pada dosa tersebut.
Jadi saudara kata bijak kita yang terakhir:
PERUBAHAN BUKANLAH SUATU PERUBAHAN SAMPAI TERJADI PERUBAHAN.
Tuhan YESUS memberkati kita semua. Amin
1. Mengasihi (Yoh 13:14)
– Mengasihi merupakan kehendak bukan pemaksaan
2. Mengaku dosa (1 Yoh 1:9, Yak 5:16a)
– Masih adakah kita terikat dengan dosa-dosa, dari ke 5 dosa bangsa Israel yang mana masih terikat?
3. Bertobat (Kis 17:30)
– Dari gelap berpindah secara utuh kepada Terang.
– Berubah dalam Roh dan Perbuatan
– Jangan jadi serupa dengan dunia ini (Roma 12:2)
– Pertobatan bukan menyesali (lewat tangisan) tapi bertobat adalah sungguh-sunguh menyesal dan mengaku dan berjanji tidak akan kembali pada dosa tersebut.
Jadi saudara kata bijak kita yang terakhir:
PERUBAHAN BUKANLAH SUATU PERUBAHAN SAMPAI TERJADI PERUBAHAN.
Tuhan YESUS memberkati kita semua. Amin
Oleh : Ev. Stanley Pamikiran
Source : https://evstanleypamikiran.wordpress.com/2011/07/29/menjadi-pria-sejati-bag-1/



20.58
Supplier Buku-Buku Rohani
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar